:::: MENU ::::
Monthly Archives: January 2015

Membuat Visa USA (Amerika Serikat)

Saya pribadi sudah pernah EMPAT kali membuat visa US dengan TIGA jenis berbeda (B1/B2, H4,F1) sedemikian hingga agaknya egois aja gitu apabila saya tidak membagikan pengalaman saya ke teman-teman yang membutuhkan, termasuk kamu yang mungkin nyasar ke post ini karena googling “cara membuat visa amerika” atau “cara mudah membuat visa amerika”.

Sebenarnya bikin visa Amerika ini gampang-gampang susah: gampang karena prosesnya sebenernya cepat dan mostly online, susah karena walaupun online portalnya banyak huahahahaa dan susah lagi kalo ketika mendaftar masih banyak kebutuhan yang “tercecer”. Nah, supaya lebih gampang lagi, berikut saya share step by step nya:

1. Persiapan

Ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum bikin visa, pertama kita harus tahu dulu jenis visa yang akan di-apply. Orang Indonesia biasanya Non-Immigrant; Immigrant hanya bisa diminta oleh US citizen atau US permanent resident. Selanjutnya ketahui jenis Non-Immigrant visa yang akan di-apply: untuk konferensi dan jalan-jalan gitu biasanya B1/B2, untuk pergi belajar biasanya F, untuk bekerja biasanya H1B (visa kerja pun ada banyak macemnya), dan accompany-nya H1B biasanya H4. Untuk jenis lain silakan googling sendiri ya hehehe entah kenapa US punya buanyak buanget jenis visa dengan term and conditionnya masing-masing jadi emang harus dicermati.

Continue Reading


Pindahan (2)

Oke, setelah 30 hari mencari cinta tinggal di hotel, kami harus mencari apartemen. Ditemani oleh transition buddynya Iib, kami diajak muter-muter ke beberapa apartemen untuk melihat-lihat. Kami dibawa ke beberapa lokasi seperti daerah Madison West, Hilldale (Sheboygan) dan dekat downtown. Kami mencari yang 1 bedroom saja, dan kebanyakan berkisar antara $800 – $1500 per bulannya. Setelah menimbang value of money, akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di Greenbriar Village, Madison West, sekitar 8 km dari pusat kota. Mungkin semacam Kotagede-nya Jogja.

Setelah sebulan tinggal disitu kami akhirnya sadar bahwa pilihan kami untuk tinggal disini adalah pilihan yang super tepat. Pertama sewanya yang murah $764 saja sebulan, perbandingan kalo di Singapur sewa untuk kami berdua tinggal bisa sekitar S$1,500 atau US$1,200 itupun share dengan pasangan/keluarga lain. Kedua, deket dengan jalur bis (67 dan 15) – bus stopnya tepat di depan komplek. Ini penting karena kami belum punya mobil jadi kemana-mana harus mengandalkan bis. Ketiga dan yang terpenting adalah dari lokasi ini kami bisa kemana-mana dengan berjalan kaki (kurang dari 1 km) ke:

  • Mini market (PDQ),
  • Grocery store/ supermarket (Metcalfes, Target),
  • Toko buku besar (Barnes & Noble, semacam gramedia),
  • Toko elektronik besar (Best Buy),
  • Department Store (Kohl’s, Shopko),
  • Mall (West Towne Mall – Mall terbesar di Madison),
  • Supermarket bangunan/ home improvement (Menards),
  • Thrift store/ discount store (Agrace, Dollar Tree),
  • bahkan bioskop (Marcus Point Cinema) dan taman (Sunset Memorial Garden)

Dan sekarang kami sadar rasanya nggak ada lokasi lain yang bisa ngalahin. Emang rejeki anak sholeh dan sholehah. Continue Reading