:::: MENU ::::
Monthly Archives: August 2016

Terima Kasih Sale Stock Indonesia!

Lama nggak isi blog ini, sekalinya isi malah ngendorse bikin exit testimoni :v

Jadi ceritanya hari ini, 12 Agustus 2016, adalah hari terakhir saya kerja di Sale Stock Indonesia sebagai karyawan. Role terakhir saya adalah Quantitative Analyst, yang bekerja di bawah divisi Marketeering, departemen Marketing. Saya yang cukup emotionless ini tidak menyangka akan menjadi agak baper ketika harus meninggalkan perusahaan kece yang satu ini untuk melanjutkan sekolah. Untuk itulah saya memutuskan menulis.

Bekerja di perusahaan sebagai karyawan tidak pernah terlintas di pikiran saya, terlebih bekerja di perusahaan rintisan atau keren disebut start-up. Tinggal di lingkungan akademia selama 23 tahun membuat saya memutuskan menjadi seperti mereka saja kelak. Tapi yang namanya rejeki memang nggak bisa ditolak. Suatu hari di akhir September 2015 saya mendapat pesan whatsapp dari sahabat saya, Mercia, yang menawarkan posisi kerja di start-up tempat dia dahulu magang. Menariknya, pekerjaan bisa dilakukan jarak jauh alias remote. Mengingat saya berada 16.000 km dari Jakarta, tentu ini kesempatan yang langka dan sayang untuk dilewatkan. Hitung-hitung menambah pengalaman. Saya sama sekali tidak itungan dengan gaji karena pertama, saya sadar kemampuan saya belum negotiable, kedua, ini masih start-up sehingga memang seharusnya tidak berharap gaji lebih banyak dibandingkan established company.

Mercia mengenalkan saya pada pihak Sale Stock dan beberapa hari kemudian saya di-Skype oleh Lingga, CEO-nya sendiri. Isi Skype-nya sangat santai: Lingga memaparkan visi-misi perusahannya, yaitu menyediakan sandang terjangkau ke seluruh Indonesia sehingga sista dari Jakarta maupun Papua bisa memakai pakaian dengan gaya yang sama, biaya yang sama. Dilanjut tentang proyek apa yang akan dikerjakan, harapan saya bisa berkontribusi di mana, dan kemudian tahu-tahu besoknya saya sudah tanda tangan kontrak :v. Terdengar jauh lebih gampang dibandingkan proses yang saya lakukan ke kandidat Marketeering beberapa bulan kemudian karena waktu saya masuk, posisinya Sale Stock sedang mencari talent. Kini, Sale Stock dicari talent sehingga Sale Stock mulai terkenal dengan wawancaranya yang susah. Jadi sayang sekali saya tidak bisa share pengalaman wawancara karena sudah tidak relevan jamannya :’)

Saya ditempatkan di departemen Data Science kala itu, di proyek recommender. Satu hal yang susah banget buat saya adalah, saya benar-benar tidak punya ekspektasi bagaimana kerja di dunia start-up, terlebih dengan beda waktu 12 jam. Di start-up, semua bekerja serbacepat dengan kualitas pekerjaan yang superbagus. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, saya merasa underwhelmed dan inferior saking pinternya partner-partner kerja saya, mungkin 100 kali atau lebih pinternya dari saya. Disitu saya sadar, kerjaan ini bukan buat semua orang, tapi hanya untuk mereka yang mau bekerja keras dan bekerja seratus kali lebih cerdas.

Moving on, saya pindah ke divisi Marketeering (marketing engineering) di marketing. Kala itu, mereka butuh Quantitative Analyst untuk mengerjakan berbagai analisis awal tahun dan saya dirasa pas masuk ke posisi itu. Masih dalam posisi bekerja jarak jauh, saya mengerjakan revenue projection, behavior analysis, purchase prediction, dan lain-lain. Di situlah saya merasa mendapatkan energi baru, cucok gitu istilah 90-annya.

Pertama, pekerjaannya saya banget karena saya harus kepo perilaku pengguna lewat database tanpa ketemu orangnya langsung. Keingintahuan saya sangat terasah disini karena saya harus membuat gimana caranya kepo saya bermanfaat untuk perusahaan. Pun dibayar. Siapa yang nggak suka melakukan hobinya (dalam kasus saya, kepo) kemudian dibayar? Hehe.

Kedua, tim yang sangat peduli satu sama lain serta teman-teman yang bervariasi. Kami ada stand up meeting setiap hari untuk saling update aktivitas. Di situ, kita bisa tahu apa yang dikerjakan satu sama lain beserta kesulitannya sehingga teman lain bisa cepat membantu. Di marketeering sendiri ada berbagai jenis manusia, dari programmer, nerds, analyst, statistician, organizer, hingga manager sehingga kita bisa mendapat bantuan dari berbagai bidang. Terlebih di marketing secara general, lebih bervariasi masyarakatnya (dan cantik-cantik, #eh). Bekerja dengan teman dari berbagai latar belakang, sudut pandang, hingga aliran fashion sungguhlah menyenangkan dan menyegarkan, apalagi untuk saya yang bertahun-tahun hanya dikelilingi nerds. Saya jadi lebih terbuka dengan berbagai pilihan dan saran.

Sehingga sungguhlah berat buat saya untuk say goodbye terhadap pola hidup yang sudah saya jalani selama 10 bulan ini. Singkat memang untuk ukuran pekerjaan pertama (atau nggak?), tapi saya nggak pernah menyangka saya akan belajar banyak dari pengalaman yang sebentar ini. Tentang bagaimana cara bekerja efektif jarak jauh, tentang bekerja cepat dan cerdas, tentang menggunakan big data untuk mencapai tujuan dan mengoptimalkan kinerja, tentang mengaplikasikan pelajaran kuliah ke dunia nyata (saya nggak pernah menyangka kalau saya bakal menerapkan machine learning untuk membantu menyelesaikan kasus di marketing), tentang delivering value, tentang melihat peluang, serta bagaimana caranya untuk tetap melangkah dan tidak putus asa.

Akhirnya, saya sadar bahwa saya bisa juga kerja di perusahaan, haha! Rasanya seperti “Hei Mon, tanpa jadi dosen pun ilmu kamu juga bermanfaat banget kok, kamu bisa berkontribusi kok”. Sale Stock menyadarkan saya bahwa bekerja sebagai professional itu bisa jadi opsi menarik dan menyenangkan.

Sebagai penutup, saya ingin berterima kasih banyak kepada Sale Stock dan semua pihak terkait atas kesempatannya untuk berkontribusi. Sungguh sebuah pengalaman berkesan buat saya, apalagi melihat Sale Stock sekarang sedang tumbuh pesat. Ya seperti balita 2 tahun, sedang lucu-lucunya dan menggemaskan-menggemaskannya (is that phrase even exist? lol). Juga, maaf karena saya yakin saya ada banyak kesalahan yang kalo ditulis satu-satu nanti scrolling-nya kepanjangan. All the best for Sale Stock! Love you!

marketeering

Bakal kangen kalian semua, keep in touch ya Angel, Ira, Mas Binar, Mas Ilham, William, David, Gerald, Bu Bos Dilla, dan semmmmua muanya!

monasign-right