:::: MENU ::::

Pindahan (2)

Oke, setelah 30 hari mencari cinta tinggal di hotel, kami harus mencari apartemen. Ditemani oleh transition buddynya Iib, kami diajak muter-muter ke beberapa apartemen untuk melihat-lihat. Kami dibawa ke beberapa lokasi seperti daerah Madison West, Hilldale (Sheboygan) dan dekat downtown. Kami mencari yang 1 bedroom saja, dan kebanyakan berkisar antara $800 – $1500 per bulannya. Setelah menimbang value of money, akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di Greenbriar Village, Madison West, sekitar 8 km dari pusat kota. Mungkin semacam Kotagede-nya Jogja.

Setelah sebulan tinggal disitu kami akhirnya sadar bahwa pilihan kami untuk tinggal disini adalah pilihan yang super tepat. Pertama sewanya yang murah $764 saja sebulan, perbandingan kalo di Singapur sewa untuk kami berdua tinggal bisa sekitar S$1,500 atau US$1,200 itupun share dengan pasangan/keluarga lain. Kedua, deket dengan jalur bis (67 dan 15) – bus stopnya tepat di depan komplek. Ini penting karena kami belum punya mobil jadi kemana-mana harus mengandalkan bis. Ketiga dan yang terpenting adalah dari lokasi ini kami bisa kemana-mana dengan berjalan kaki (kurang dari 1 km) ke:

  • Mini market (PDQ),
  • Grocery store/ supermarket (Metcalfes, Target),
  • Toko buku besar (Barnes & Noble, semacam gramedia),
  • Toko elektronik besar (Best Buy),
  • Department Store (Kohl’s, Shopko),
  • Mall (West Towne Mall – Mall terbesar di Madison),
  • Supermarket bangunan/ home improvement (Menards),
  • Thrift store/ discount store (Agrace, Dollar Tree),
  • bahkan bioskop (Marcus Point Cinema) dan taman (Sunset Memorial Garden)

Dan sekarang kami sadar rasanya nggak ada lokasi lain yang bisa ngalahin. Emang rejeki anak sholeh dan sholehah.

Apartemen kami cuma terdiri dari 4 ruangan: Living room, dining room-kitchen, bedroom dan bathroom. Minimalis lah pokoknya.

Living room ketika pindah

Living room ketika pindah. Itu pintu coklat yang keliatan ya pintu apartmenennya. Ada pintu besar ke patio dan pemandangannya dua pohon cemara yang indah.

Bedroom

Bedroom, ada built in closetnya lumayan

Bathroom, kitchen dan desk di living room

Tapi sepertinya kepindahan kami tidak berlangsung begitu mulus di awal. Kami pindah sebenarnya Sabtu untuk ambil kunci (karena kantor pengelola buka Senin-Sabtu aja) dan naruh koper. Karena kasur belum datang, malamnya kami masih menginap di hotel dan Minggunya baru bener-bener move in. Nah bodohnya kami Sabtunya ngga ngecek-ngecek. Betapa shocknya ketika kami mendapati bahwa air ngga keluar dari shower, lampu di dining room dan kitchen ga nyala, serta ga ada lampu di living room. Havt.

Belum ketika internetnya dipasang, semua baik-baik aja tapi begitu abangnya pergi udah ga mau konek lagi.

Akhirnya Senin kami menghubungi landlord untuk komplen dan ngehubungin Charter untuk benerin internetnya. Selasa maintenisnya baru dateng (kebayang kan berapa hari ngga mandi hehe).

“So the water won’t come out and the lamp in the dining room won’t turn on.”

kata saya kepada abang-abang maintenis.

“Oh, you should PULL like this, see, the water will come out. And for the lamp, pull this wire. I think that’s too high for you so you didn’t realize. I’m gonna replace this, wait a sec.”

Jadi bukannya rusak tapi kita emang ngga tau gimana makenya buahahahaa malu banget :'(.

Sebagai imigran emang banyak banget hal yang harus kami pelajari disini, sering saya googling “how to cook blalala using microwave” atau “how to use diswasher” dan lain sebagainya. Tapi seru loh. Ntar deh kalo sempat tulis lagi disini. Jangan lupa pada mampir yaaaaa…

 

xoxo

monasign-right


5 Comments

So, what do you think ?